Wisatawan Korea Selatan ‘Patah Hati’ Mengapa Thailand Tak Lagi Jadi Destinasi Murah?

BANGKOK, Rims Media News. – Selama beberapa dekade, Thailand telah menjadi “surga” bagi wisatawan asal Korea Selatan yang mencari kemewahan dengan harga terjangkau. Namun, di tahun 2026 ini, tren tersebut mengalami pergeseran drastis. Banyak turis asal Negeri Gingseng yang kini merasa “kecewa” dan menganggap slogan liburan murah di Negeri Gajah Putih tinggal kenangan.
Lonjakan harga di berbagai sektor pariwisata Thailand memicu diskusi hangat di kalangan traveler internasional. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pariwisata Thailand saat ini?
Faktor Utama Penyebab Kenaikan Biaya Wisata di Thailand
Berdasarkan laporan terkini, ada beberapa alasan fundamental mengapa wisatawan Korea Selatan merasa Thailand tidak lagi ramah di kantong:
- Inflasi dan Kenaikan Harga Akomodasi: Tarif hotel di pusat wisata seperti Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai telah meningkat signifikan. Permintaan yang tinggi tidak lagi diimbangi dengan promosi diskon besar-besaran seperti dahulu.
- Lonjakan Harga Tiket Pesawat: Meskipun frekuensi penerbangan Seoul-Bangkok tetap tinggi, harga tiket pesawat belum kembali ke level yang dianggap “murah” oleh wisatawan kelas menengah.
- Biaya Hidup Lokal yang Meningkat: Harga makanan di restoran populer serta biaya transportasi lokal (seperti taksi dan layanan ride-hailing) mengalami kenaikan yang dirasakan langsung oleh pelancong.
Ekspektasi vs Realita: Standar Gaya Hidup Wisatawan Korea
Wisatawan Korea Selatan dikenal menyukai gaya hidup yang estetik (Instagrammable) dan layanan berkualitas tinggi. Dahulu, dengan anggaran menengah, mereka bisa menikmati hotel bintang lima dan makan malam mewah.
“Banyak wisatawan Korea berekspektasi bisa mendapatkan layanan premium dengan harga miring. Namun saat ini, biaya untuk mendapatkan pengalaman yang sama di Bangkok hampir menyamai biaya di Seoul atau destinasi internasional kelas atas lainnya,” ungkap seorang pakar pariwisata regional.
Kondisi ini menyebabkan sebagian turis Korea Selatan mulai melirik destinasi alternatif yang dianggap lebih kompetitif secara harga, seperti Vietnam (khususnya Da Nang dan Phu Quoc) yang kini menjadi primadona baru.
Strategi Baru Thailand: Mengejar Kualitas, Bukan Kuantitas
Di sisi lain, otoritas pariwisata Thailand tampaknya mulai mengubah haluan strategi. Alih-alih hanya mengejar jumlah kunjungan massal dengan harga murah, Thailand kini lebih fokus menarik wisatawan berkualitas (high-spending travelers).
Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan industri pariwisata dan meningkatkan pendapatan per kapita dari setiap turis yang datang. Meskipun berisiko kehilangan segmen pasar “budget traveler”, Thailand tetap percaya diri dengan keunikan budaya dan layanan keramah-tamahannya yang sulit ditandingi di kawasan ASEAN.
