Browse By

Bukan Sekadar Teori, Mahasiswa S2 Paramadina Eksekusi Project Sosial Penguatan Komunikasi Global

Ketua Pelaksana, Andreas Wellman Marbun dan Dosen Paramadina, Dwi Purbaningrum (ki-ka).

DEPOK, RIMS MEDIA – Implementasi keilmuan di tingkat magister kini tidak lagi terbatas pada ruang kuliah dan tumpukan literatur akademis. Melalui pendekatan pembelajaran progresif, Universitas Paramadina mewajibkan para mahasiswanya untuk terjun langsung ke lapangan dan memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat. Salah satu bukti konkretnya tercermin dalam aksi pemberdayaan bertajuk “Global Ready, Future Steady” Penguatan Komunikasi Global.

Sebanyak 50 para calon pekerja migran antusias mengikuti kegiatan Penguatan Komunikasi Global dalam program SMK Go Global di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan Depok, Senin (15/6/2026).

Panita pelaksana dan peserta bootcamp penguatan komunikasi program SMK Go Global.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina berkolaborasi dengan LPK ISO Japan didukung oleh PT Pupuk Indonesia Logistik, yang merupakan bagian dari project mata kuliah Kuliah Komunikasi Korporat Paramadina dan Pemberdayaan Sosial. Program SMK Go Global menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Para peserta mengikuti penguatan komunikasi global dengan cara berdiri, sesuai dengan kebiasaan pembelajaran mereka di LPK ISO Japan. Pasalnya, ketika nanti bekerja di Negeri Sakura, para calon pekerja migran ini akan diuji ketahanan bekerja berjam-jam berdiri, terutama di sektor manufaktur.

Pembekalan Komunikasi Komprehensif dari Para Praktisi Media

Untuk memastikan relevansi dan kualitas konten, kurikulum pelatihan disusun sesuai dengan kebutuhan riil para calon pekerja migran di negara tujuan. Materi pertama mengenai Public Speaking di Negeri Penempatan diisi oleh jurnalis Kompas TV, Valentina Sitorus. Sesi kedua mengupas tuntas materi Branding Diri, Menjadi Wajah Indonesia di Luar Negeri dengan narasumber Anissa Nurul Rahma seorang Edukator. Sementara sesi ketiga ditutup dengan topik Bijak Bermedia Sosial di Jepang oleh Fifa Chazali dari Tirto.id.

Metode interaktif ini mendapatkan respons luar biasa dari para peserta. Salah satu peserta Diah Revani (21) lulusan SMK di Indramayu, mengaku kegiatan ini sangat seru. Apalagi pada sesi kedua ada kegiatan hipnoterapi.

“Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal kami terima kasih untuk Universitas Paramadina,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Haikal (20), asal Palu, Sulawesi Tengah. “Sangat seru dan kita di sini banyak ilmu dalam bermedia sosial, publik speaking diberikan tata cara bagaimana baiknya untuk bermedia sosial, diberitahu risikonya agar lebih berhati-hati agar lebih kedepan,” ujarnya.

Menanamkan Filosofi Kaizen dan Etika Kerja Internasional

Ketua Pelaksana acara ini, Andreas Wellman Marbun, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan ketahanan fisik para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore hari. Menurutnya, Jepang membangun kesuksesannya tidak hanya dalam sehari maupun setahun. Kesuksesan dibangun sesuai dengan filosofi Kaizen yakni dari perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

“Hari ini kita memberikan materi ada soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia disebarkan ke teman-teman Indonesia, sehingga semua terinfluence bahwa kerja keras kedisplinan dan etika serta kesuksesan tidak dibangun sehari, tetapi dibangun dari hasil kerja keras,” ungkap Andreas.

Ia menaruh harapan besar agar pembekalan intensif melalui program Kuliah Komunikasi Korporat Paramadina ini mampu mengantarkan para peserta menuju gerbang kesuksesan karir internasional.

“Teman-teman sudah bekerja keras dalam beberapa bulan belakangan ini sebentar lagi akan berangkat. Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga, bisa membahagiakan keluarga,” tambahnya.

Pentingnya Sinergitas dan Upskilling untuk Pasar Global

Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina, Dwi Purbaningrum mengaku, terkesan dengan model pembelajaran para lulusan SMK yang mengikuti pelatihan di ISO Japan. Menurutnya, aspek komunikasi dan adaptasi budaya merupakan pilar krusial agar pekerja migran tidak mengalami kegagalan akibat perbedaan kultural.

“Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan, supaya mereka tidak gagal karena ada perbedaan kultur dalam kerja di luar negeri dan Indonesia dan bisa menempatkan diri,” paparnya.

Pemberdayaan sosial, sambung Dwi, menjadi salah satu jalan yang bisa diadopsi oleh Pemerintah, pemangku kepentingan, industri atau perusahaan untuk meningkatkan keahlian lulusan SMK agar bisa diterima di pasar global.

Kolaborasi ini dinilai menjadi preseden baik bagaimana institusi pendidikan tinggi mampu mengisi kekosongan kompetensi praktis di lembaga pelatihan vokasi. Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan, Yadi Suryadi menyambut baik kegiatan yang dilakukan para mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina.

Menurutnya kolaborasi ini bisa terus berlanjut untuk membuka wawasan para siswa-siswi LPK ISO Japan. Dikatakannya, sebagai pihak penyelenggara masih banyak kekurangan, karena tidak memiliki keahlian dalam ilmu komunikasi.

“Kami sangat senang akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja, tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik,” ujarnya.

Dengan adanya program SMK Go Global dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) lalu didukung Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina, adalah bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap penempatan pekerja migran khususnya yang bekerja di sektor formal.

“Saya berharap Pemerintah selain melihat sektor informal, mendukung juga yang formal. Karena yang formal ini sasarannya kepada anak-anak muda yang ketika lulus sekolah sudah bisa bekerja bahkan di luar negeri dengan Upskilling Komunikasi yang mumpuni,” pungkasnya.

Member Of PJN Media

member of pjn media

Klik Disini Untuk Penelusuran :

PJN Media     PJN TV   PJN Press   Media Java News    Andalaska News     

Borneonusa News     Nusaselebes News    Nusapapua News  

Pelacak Kasus     Mediastara    Inforiksa    Zetta News   Rims Media   

Swara Jakarta   Jabarnusa News  Kabar Kaltim   Sprit Sumsel   

Swara Halmahera    Kabar Mataram   Swara Kupang  Kabar Gorontalo

Powered by Rims Digitech